Category: Penelitian

Evaluasi Hasil Biji dan Rendemen Kadar Gula Batang pada Beberapa Varietas Sorghum Manis dengan Asupan Hara

*Oleh: Prof.Dr.Ir.Sulandjari, MS (Sekretaris Puslitbang Biotek Biodiv)

biji-shorghum

Sorghum (Sorghum bicolour L) merupakan salah satu jenis serealia yang mempunyai potensi besar untuk dikembangkan di Indonesia. Dari beberapa jenis sorghum manis berpotensi sebagai bahan baku energi alternatif yaitu bioetanol. Hara yang diserap tanaman dimanfaatkan untuk berbagai proses metabolisme dalam menjaga fungsi fisiologis tanaman. Oleh karena itu perlu dilakukan penelitian evaluasi asupan hara terhadap hasil tanaman sorghum. Tujuan penelitia ini adalah mendapatkan dosis pupuk organik yang tepat pada beberapa varietas sorghum manis melalui  evaluasi hasil biji dan randemen kadar gula batang. Pelaksanaan penelitian dilaksanakan di Kec. Ngaglik Sleman Yogyakarta Rancangan penelitian RAKL dengan perlakuan Dosis Pupuk  Organik (Bokhasi) : 3 t/ha ;  6 t/ha; 9 t/ha dan Macam varietas  :yaitu  Numbu dan Kawali. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemupukan 12 t/ha mampu meningkatkan pertumbuhan dan hasil varietas Numbu dan Kawali, Peningkatan bobot seribu biji pada dosis 12 t/ha varietas Numbu tidak diikuti meningkatnya kadar gula artinya Varietas Kawali mempunyai kadar gula yang lebih tinggi daripada varietas Kawali.

Human Immunodeficiency Virus (HIV), Virus Hepatitis C (HCV) dan Perilaku Seksual Komunitas MSM di Surakarta

Human Immunodeficiency Virus (HIV) dan Hepatitis C (HCV) masih merupakan masalah besar di bidang kesehatan. WHO memperkirakan 33 juta orang terinfeksi HIV dan sekitar 2.5 juta orang terinfeksi pada tahun 2007. Di Indonesia diperkirakan terdapat 400.000 orang yang telah terinfeksi HIV (UNAIDS/WHO, 2008). Sekitar 7 juta orang Indonesia terinfeksi virus HCV dan 90% dari mereka tidak mengetahui dirinya terinfeksi. Karena itu sejak tahun 2008 pemerintah Indonesia telah memulai program surveilance untuk Hepatitis C. Pada tahap pertama telah dicatat 5.870 kasus Hepatitis C di 11 provinsi, termasuk Jakarta, Sumatera Utara, Sumatera Selatan dan Bali. Pada tahap kedua akan dicatat pasien dari 10 provinsi termasuk Riau , Kalimantan Selatan, Yogyakarta dan NTB (Anonim,2008a).

Komunitas MSM (men who have sex with men) termasuk kedalam kelompok yang beresiko tinggi dalam penularan HIV dan HCV. Dalam rangka pembuatan database infeksi HIV dan HCV di Indonesia dilakukan survey dan pengumpulan spesimen darah dengan metode respondent-driven sampling untuk mengetahui penyebaran HIV dan HCV pada komunitas MSM di Surakarta dan perilaku seksual mereka. Pada Agustus-September 2009, 100 MSM terlibat dalam penelitian ini. Dari pemeriksaan serum darah didapatkan seroprovalensi anti HIV-1/2 positif sebesar 8% (8/100) dan anti HCV positif sebesar 10% (10/100). HIV dan HCV hanya ditemukan pada MSM yang melakukan seks komersial (40% (8/20) untuk HIV dan 50% (10/20) untuk HCV). Hasil penelitian ini menunjukkan pentingnya intervensi untuk mendiagnosis, mengobati dan mencegah penyebaran HIV dan HCV pada komunitas ini.

Penelitian ini dilakukan oleh Afiono Agung Prasetyo, dr., Ph.D, peergroup Pusat Bioteknologi dan Biodiversitas LPPM UNS.

Introduksi Budidaya Pule Pandak pada Pola Agroforestri di KPH.Saradan dan KHP.Bromo

Pengelolaan hutan berbasiskan masyarakat merupakan salah satu orientasi pembangunan saat ini. Di KPH Saradan dan KPH Bromo, keterlibatan masyarakat secara langsung telah terimplementasikan dalam suatu program Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat (PHBM). Salah satu faktor yang mempengaruhi keberhasilan PHBM adalah pengetahuan. Pengetahuan budaya merupakan hal penting yang mempengaruhi kearifan masyarakat dalam melakukan pengelolaan sumber daya hutan dalam arti ekonomi. Di sisi lain pule pandak dikenal sebagai salah satu tanaman obat yang untuk berbagai macam penyakit telah diketahui sejak dulu, hidup secara endemik dibawah tegakan jati. Karena pengambilannya langsung dari alam, dalam CITES masuk Appendiks II (jarang) sedang menurut IUCN masuk dalam kategori genting (endangered sp).

Terkait dengan hal tesebut, Prof. Dr. Ir. Sulandjari, MS, sekretaris Pusat Bioteknologi dan Biodiversitas LPPM UNS melakukan penelitian dengan judul “Introduksi Budidaya Pule Pandak pada Pola Agroforestri di KPH.Saradan dan KPH.Bromo”. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui potensi hutan Bromo dan hutan Saradan untuk budidaya tanaman pule pandak melalui observasi lingkungan.

Penelitian  ini telah dilaksanakan  di KPH.Bromo kecamatan Karanganyar dan KPH.Saradan kecamatan Madiun pada bulan Juli 2009 sampai Agustus 2009.

Persilangan Anggrek Phalaenopsis

Phalaenopsis Keindahan Anggrek Phalaenopsis tidak diragukan lagi. Berkat keelokan tersebut anggrek ini menjadi salah satu primadona bisnis anggrek di Indonesia bahkan di dunia. Negara yang telah mengembangkan anggrek ini secara besar-besaran adalah Taiwan. Kendati sebagai gudangnya anggrek Phalaenopsis, belum banyak silangan yang dihasilkan oleh Indonesia. Upaya untuk memperkaya keanekaragaman anggrek bulan (Phalaenopsis sp) dapat dilakukan dengan persilangan. Tujuan dari persilangan ini adalah untuk meningkatkan kualitas bunga anggrek atau upaya untuk mendapatkan kultivar baru dan sasaran pemuliaan tanaman anggrek yaitu untuk memperluas keragaman genetik pada bentuk dan warna yang unik, disenangi konsumen, frekuensi berbunga yang tinggi dan tahan terhadap penyakit serta lingkungan tanam sehingga perlakuan perlu dilakukan dalam penelitian.

Read more »

Annona squamosa. L di Kecamatan Sukolilo Kabupaten Pati

srikaya-shapeAnnona squamosa. L atau Tanaman Srikaya yang merupakan buah yang sangat disukai oleh sebagian masyarakat Indonesia dengan kekhususan buahnya lunak berbiji dan rasanya manis. Sukolilo merupakan salah satu daerah sentral tanaman yang memberikan kontribusi terhadap pendapatan petani di daerah tersebut. Populasi tanaman tersebar secara liar di daerah perbukitan belum dilakukan pembudidayaan dan diduga memiliki tingkat keragaman yang cukup tinggi sehingga hasilnya masih jauh dari optimal. Langkah awal untuk peningkatan produksi secara pemuliaan adalah adanya keragaman tanaman, pengamatan morfologi meliputi pengamatan secar visual dan mendapatkan karakter fenotip dan dari informasi fenotip itu dapat dipakai untuk mengetahui tingkat keragaman tanaman dan juga untuk menduga tingkat keragaman genotip.

pak-djati21Disini Dr. Ir. Djati Walujo Djoar, MS dari Puslitbang Bioteknologi dan Biodiversitas LPPM UNS mencoba untuk melakukan penelitian terkait dengan keragaman tanaman Srikaya dengan metode survey yang kemudian selanjutnya bisa diketahui informasi fenotip sebagai dasar program pemuliaan untuk perbaikan hasil. Penelitian ini didukung oleh sepenuhnya Puslitbang Bioteknologi dan Biodiversitas yang didanai oleh DIPA.

Penelitian ini dimulai pada bulan Juni 2009 - September 2009 mulai dari pengambilan sample 36 tanaman pada 4 kelompok populasi tanaman yang terdapat di 2 desa di kecamatan Sukolilo, Pati. Kemudian dilakukan pengamatan morphologi tanaman meliputi daun, batang, bunga, buah dan karakter morfhologi lainnya yang bersifat spesifik yang ditemukan di lapangan dan kemudian dilakukan evaluasi kandungan gula diLaboratorium Fakultas Pertanian UNS. Selanjutnya dilakukan analisa data untuk mendapatkan informasi yang dapat digunakan untuk melakukan usaha pemuliaan tanaman secara efektif dan berguna untuk peningkatan kualitas dari tanaman Srikaya di daerah Sukolilo Kabupaten Pati.